Mukena Berdarah

ChatGPT Image 11 Agu 2025 13.21.24 768x1152

Mukena Berdarah

Rahasia Ibadah Terakhir di Surau Tua

Di sebuah desa di Sumatera Barat, ada sebuah surau tua yang jarang dipakai. Dindingnya terbuat dari papan kayu lapuk, atapnya seng berkarat, dan lantainya beralaskan tikar pandan yang sudah lusuh. Surau itu pernah ramai pada masanya, namun sejak belasan tahun lalu, warga enggan salat di sana saat malam. Alasannya: kisah mukena berdarah.

Awal Legenda

Konon, dua puluh tahun lalu, ada seorang gadis bernama Siti Maryam yang rajin salat tahajud di surau itu. Suatu malam, ia berjalan sendirian ke surau dengan mukena putihnya. Namun, hingga menjelang Subuh, ia tak pernah pulang. Warga mencarinya dan menemukan tubuhnya di pojok surau — meninggal dengan tatapan kosong ke langit-langit, dan mukena yang ia kenakan bersimbah darah.

Penyebab kematiannya tidak pernah jelas. Ada yang mengatakan ia dibunuh, ada pula yang percaya ia dirasuki makhluk gaib penunggu surau. Setelah itu, surau menjadi sepi, dan mukena yang digunakan Siti disimpan dalam lemari kayu di sana.


Kejadian Aneh di Malam Hari

Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda perantau bernama Andra pulang kampung. Karena tak tahu cerita tersebut, ia memutuskan salat Isya di surau tua itu. Saat hendak mengambil mukena untuk ibunya yang ikut menemaninya, ia membuka lemari dan menemukan mukena putih yang masih tersimpan rapi. Anehnya, mukena itu terasa dingin dan basah di bagian dada.

Ketika dibentangkan, Andra melihat noda merah samar yang semakin lama semakin jelas — seperti darah segar yang merembes. Bau anyir memenuhi ruangan, dan dari arah belakang, terdengar suara perempuan berbisik:

“Balikkan mukenanya…”

Andra menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Dengan gemetar, ia membalik mukena itu, dan matanya membelalak — di bagian dalam mukena terdapat bekas wajah manusia lengkap dengan mata kosong dan mulut menganga, seperti teriakan beku.


Puncak Teror

Saat ia meletakkan mukena itu kembali, pintu surau tertutup keras dari luar. Lampu gantung berkedip-kedip, dan suara langkah kaki perempuan mendekat perlahan dari belakangnya. Andra menutup mata, komat-kamit membaca doa, namun bisikan itu kembali terdengar di telinganya:

“Kenakan… dan kau akan tahu bagaimana rasanya mati…”

Saat pintu surau akhirnya terbuka, Andra berlari keluar dengan napas tersengal. Sejak kejadian itu, ia jatuh sakit berbulan-bulan, dan setiap malam, ia bermimpi mengenakan mukena yang sama — selalu diakhiri dengan terbangun karena merasa dadanya sesak dan ada darah mengalir di wajahnya.


Larangan Warga

Kini, warga desa mengunci lemari mukena itu dengan rantai. Mereka percaya arwah Siti Maryam masih terikat di mukena tersebut, menunggu seseorang yang berani atau bodoh untuk mengenakannya.

Pesan warga sederhana:
Jika suatu hari Anda berada di surau tua itu, jangan pernah membuka lemari kayu di pojok ruangan.
Karena sekali mukena itu menyentuh tubuh Anda, mungkin yang kembali pulang bukan lagi Anda…